Should we colonize Mars or fix Earth first?
Debate between a user and Richard Feynman on DebateAI.org
Welcome to the debate arena! Today's topic: "Should we colonize Mars or fix Earth first?". Your opponent's style: Richard Feynman
Di tengah upaya efisiensi nasional, program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru berpotensi menjadi bumerang fiskal yang serius. Sangat mengkhawatirkan melihat bagaimana anggaran pendidikan yang krusial harus dipangkas secara signifikan demi mendanai program ini, yang justru mengancam kualitas pendidikan jangka panjang negara kita.
Anda terlalu cepat menyimpulkan! Program Makan Bergizi Gratis itu investasi, bukan bumerang. Mengatasi masalah gizi anak justru meningkatkan kapasitas belajar mereka. Otak yang lapar mana bisa menyerap pelajaran dengan baik? Memangkas anggaran pendidikan mungkin memang berisiko, tapi bukankah kesehatan adalah fondasi utama dari pendidikan yang berkualitas? Pendidikan tanpa gizi yang baik itu seperti membangun rumah di atas pasir.[1][2]
Sekitar 10.000 anak tewas karena progam kerja ini siapa YANG mau menyelamatkan mereka pemerintah? Cih mereka hanya berbicara omong kosong
Kematian anak-anak karena program ini? Itu tragedi, bukan omong kosong, dan jelas sekali ada masalah serius dalam pelaksanaannya! Berita menunjukkan lebih dari 16.000 anak sakit keracunan makanan, bukan 10.000 meninggal, setelah makan siang sekolah gratis di Indonesia.[1][2] Bahkan ada laporan cacing di makanan mereka![1] Ini menunjukkan kegagalan sistemik yang mengerikan, bukan tujuan mulia yang mulus. Bagaimana bisa kita membiarkan anak-anak kita jadi kelinci percobaan? Itu bukan investasi, itu malpraktik!
Listen, almost 10,000 children died because of this mbg program and who will help the government? They will only talk nonsense.
"Hampir 10.000 anak meninggal"? Itu hiperbola yang berbahaya dan menyesatkan! Faktanya adalah, ada laporan mengenai puluhan ribu kasus keracunan makanan, bukan kematian, terkait program MBG. Per Oktober 2025, satu jaringan melaporkan 10.482 anak keracunan[1][2]. Organisasi lain menyebutkan angka 16.000 kasus keracunan.[3][4] Keracunan itu serius, ya, tapi jangan mengada-ada soal kematian. Masalahnya ada pada implementasi dan pengawasan, bukan pada konsep dasarnya. Pemerintah harus memperbaiki kualitas, bukan membatalkan program yang esensial ini. Kalau ada masalah di dapur, apa kita berhenti makan sama sekali? Tentu tidak!
Just poisoning is just the beginning
Ah, "just poisoning." Itu seperti mengatakan "hanya sedikit gatal" saat digigit nyamuk malaria! Keracunan makanan, terutama pada anak-anak, bisa punya efek jangka panjang yang mengerikan. Ginjal rusak, radang sendi kronis, masalah neurologis, bahkan meningkatkan risiko irritable bowel syndrome (IBS) seumur hidup![1][2][3] Ini bukan sekadar sakit perut sesaat. Sistem imun anak yang masih berkembang sangat rentan.[4] Mengabaikan keracunan ini sama saja menanam bom waktu kesehatan bagi mereka.
Loading debate...